Tuesday, January 13, 2015

DAKWAH ITU APA ?



Selama ini banyak yang mengira berdakwah adalah hanya dilakukan dari mimbar ke mimbar yang hanya dilakukan para ulama dan pembesar agama yang sering disebut dengan ceramah. Mereka yang mendefinisikan hal tersebut adalah mereka yang belum mengenal arti dakwah sesungguhnya. Kita sebagai calon para pendakwah harus bisa meluruskan pengertian dakwah sesungguhnya, sehingga tidak ada lagi yang salah mengartikan kata tersebut.
Berdakwah adalah memberi informasi dan mengajak masyarakat kepada kebaikan. Berdakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar saja, akan tetapi berdakwah juga dapat dilakukan melalui media, selain itu berdakwah juga dapat dilakukan melalui perbuatan atau tingkah laku. Melalui media, kita dapat memberi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, suara, video maupun film yang memberikan contoh hal-hal kebaikan dalam kehidupan bemasyarakat. Melalui perbuatan atau tingkah laku adalah dengan memberikan contoh-contoh perilaku yang baik, seperti rajin sholat, rajin mengaji, bersedekah dan lain sebagainya. Jika ada yang mengikuti tingkah laku kita yang seperti itu, secara tidak langsung kita sudah melakukan dakwah, karena kita sudah melakukan kebaikan sampai ada yang mengikuti perbuatan kita tersebut. Sebagai calon para pendakwah kita harus memiliki wawasan yang luas dalam pengetahuan agama maupun umum, agar kita dapat memberi informasi dan mempengaruhi hal yang positif kepada masyarakat. Dalam menyampaikan informasi, kita harus menguasai materi yang kita sampaikan sehingga informasi tersebut dapat diterima dan tidak ada keraguan dalam hati mereka untuk mengikuti ajakan kita.
Selain memiliki wawasan yang luas, sebagai pendakwah sikap dan penampilan kita juga harus meyakinkan. Tidak mungkin sekali seorang pendakwah, berpenampilan urak-urakan, bersikap kasar, sombong, dan masih banyak lagi perilaku negatif lainnya. Karena apa? Karena tidak akan ada masyarakat yang mempercayai pendakwah yang seperti itu. Jangankan mengikutinya, informasi yang disampaikan pun mungkin tidak mereka dengarkan. Sebagai pendakwah seharusnya kita memiliki sikap yang sesuai dengan apa yang kita sampaikan kepada masyarakat. Kita tidak inginkan disebut sebagai pendakwah munafik? Untuk itu kita harus mampu dengan tuntutan untuk menerapkan apa yang kita sampaikan.
Sebagai pendakwah, kita juga harus siap mental dan fisik untuk menghadapi hambatan atau rintangan yang ada. Untuk menghadapi hambatan tersebut, kita terlebih dahulu harus mengenal hambatan-hambatan yang ada. Hambatan saat berdakwah bisa berasal dari masyarakat, bisa juga berasal dari kita sendiri. Hambatan yang berasal dari masyarakat adalah ketika informasi yang kita sampaikan bertentangan dengan kebiasaan mereka. Kebanyakan dari mereka pasti akan menolak informasi ajakan kita tersebut dengan mentah-mentah., biasanya itu terjadi disebabkan rasa benci di hati mereka. Jika hal itu terjadi, jangankan mendengar apa yang kita sampaikan, melihat kita pun mereka tak mau. Atau bahkan mereka tak segan untuk melukai kita, hal tersebut bisa terjadi biasanya disebabkan pikiran mereka yang beranggapan kedatangan kita adalah sebuah kekacauan yang ingin mengubah kebudayaan mereka yang sudah diwarisi oleh nenek moyang mereka. Itulah pentingnya wawasan yang luas agar kita dapat menyampaikan informasi yang meyakinkan sehingga dapat diterima dan tidak membuat mereka tersinggung atau bahkan benci kepada kita. Untuk menyikapi sikap masyarakat tersebut kita harus bisa mengusai suasana atau keadaan, kita tidak dianjurkan menggunakan kekerasan. Akan tetapi sebaliknya, kita dianjurkan bersikap lemah lembut serta sabar dan tidak mudah berputus asa, kita juga harus memiliki jiwa yang berani menghadapi perilaku mereka yang menentang sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dan tidak membuat mereka tersinggung atau bahkan benci kepada kita. Selain wawasan yang luas, pendakwah juga harus memiliki cara-cara atau trik dalam penyampaian dakwah, sehingga apa yang kita sampaikan menarik dan bisa diterima. Cara-cara dan trik tersebut dapat kita sampaikan dengan menggunakan tata bahasa yang santun, logis, dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

Selain hambatan dari masyarakat, kita juga sering mengalami hambatan dari diri kita sendiri. Hambatan tersebut dapat berupa belum kesiapan dari diri kita untuk mengikuti apa yang telah kita sampaikan kepada masyarakat. Karena, ketika menyampaikan sesuatu kebaikan kepada orang lain, kita juga dituntut untuk mengikuti atau menjalankan apa yang telah kita sampaikan. Hambatan lain yang juga biasa terjadi kepada jiwa pendakwah adalah masalah dalam berbicara, karena tidak semua pendakwah dapat berbicara dengan lancar di depan umum. Namun, sebagai pendakwah kita dituntut dapat berbicara di depan umum dalam menyampaikan informasi. Bagi kita yang masih belum mampu berbicara dengan lancar dan baik  di depan umum, hal tersebut masih bisa di atasi dengan membuat karangan seperti tulisan, gambar, video, atau film yang dapat memberi contoh tauladan dalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi, akan lebih baik lagi jika seorang pendakwah dapat menguasai semua media dalam penyampain informasi. Tidak hanya dapat berkomunikasi depan umum yang dibutuhkan, tetapi keterampilan dalam menguasai semua media yang mendukung dalam berdakwah itu akan lebih baik. Apalagi di zaman sekarang, kita harus bisa menguasai imtak dan iptek sebagai pendukung dalam kita berdakwah. Semoga kita dapat menjadi pendakwah yang baik, yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadits. Menyerukan kepada kebaikan, mencegah akan kemunkaran.

No comments:

Post a Comment